Google, dari Mesin Pencari ke Ponsel Pencari Uang

Pada akhir tahun 2006 rumor bahwa perusahaan mesin pencari di internet, Google Inc, akan terjun ke bisnis telepon bergerak atau mobile phone sudah merebak. Itu gara-gara penulis teknologi informasi Martha McKay membuat spekulasi ini dan memublikasikannya. BBC dan The Wall Street Journal kemudian mengutipnya. Digambarkan bahwa perusahaan yang didirikan Larry Page dan Sergey Brin tahun 1998 ini tengah sibuk membuat satu model ponsel dengan nama Google’s GPhone. Setidak-tidaknya itulah nama yang berkembang saat itu.

PEPIH NUGRAHA

Tak pelak lagi, rumor ini membuat gerah produsen ponsel dunia. Sebut saja nama kondang yang produknya mudah ditemui di pasar dunia dan gerai-gerai ponsel bekas sekalipun seperti Nokia, Samsung, atau Motorola. Apalagi bagi para produsen baru yang mulai meluncurkan produknya ke pasar yang memang masih terbuka dan belum menunjukkan titik jenuh itu, terjunnya raksasa Google ke bisnis ponsel akan berarti “kiamat” segera tiba.

Kekhawatiran para produsen ponsel beralasan sebab Google yang raksasa di bisnis internet itu bakal menyikat pasar dengan smartphone-nya yang selama ini ia sembunyikan. Sementara perusahaan telekomunikasi dunia khawatir bahwa bisnis mereka akan hancur karena smartphone yang dikembangkan Google tidak memerlukan lagi pulsa, cukup membawa teknologi VoIP (voice over internet protocol) ke dalam ponsel. Menghubungi ponsel orang tidak lagi menggunakan nomor, tetapi cukup dengan account surat elektronik GMail di ponsel. Langkah yang bakal membuat operator telekomunikasi gulung tikar!

Itu baru spekulasi. Tetapi kemudian media massa lainnya “menggoreng” berita itu dengan menyebutkan, Google telah mengembangkan 30 prototipe ponsel untuk segera dilempar ke pasar. Satu dari sekian spekulasi itu menyatakan pula bahwa apa yang disebut GPhone itu bukanlah hardware dengan bentuk fisik layaknya ponsel seperti iPhone milik Apple, tetapi lebih merupakan sistem operasi software telepon open source. Satu spekulasi yang kelak lebih mendekati kenyataan, di mana siapa pun bisa menciptakan aplikasi apa pun yang lebih keren, seperti halnya Linux pada piranti lunak komputer.

Libatkan konsorsium

Spekulasi bahwa Google akan membuat GPhone sendiri terpatahkan hampir setahun kemudian setelah Open Handset Alliance (OHA), sebuah konsorsium berkekuatan 34 perusahaan yang bergerak di bisnis perangkat lunak, perangkat keras, internet, dan telekomunikasi, meluncurkan Android, Senin (5/11) lalu. Google adalah satu di antara 34 perusahaan itu. Bukan telepon seluler alias ponsel dengan label tunggal GPhone yang keluar, tetapi sebuah merek yang sama sekali tidak membawa-bawa nama Google, yakni Android.

Para pakar dan penikmat teknologi informasi segera bertanya-tanya, apakah Android ini? Apakah ia berbentuk telepon genggam atau ponsel biasa? Apa motivasi Google terjun ke bisnis ponsel ini padahal selama ini namanya lekat dengan bisnis internet?

Android adalah sistem operasi terbuka untuk telepon bergerak berbasis Java dan sistem operasi Linux yang dikembangkan OHA. Platform sistem operasi terbuka Android ini diluncurkan 5 November lalu. Semangat konsorsium ini adalah memajukan standar terbuka bagi peralatan telepon mobil.

Rumor yang dikembangkan McKay bukanlah tanpa dasar sebab pada awal tahun 2005 Google diam-diam telah mengakuisisi sebuah perusahaan software mobile, yang kebetulan bernama Android. Software ini dikembangkan oleh Andy Rubin yang di Google kini diserahi tugas untuk mengembangkan Android sebagai software telepon bergerak dengan platform open source.

Chairman sekaligus CEO Google Eric Schmidt kepada pers saat peluncuran Android menyebutkan, keberadaan Android dengan sendirinya menghapuskan rumor dan spekulasi sebelumnya yang menyebutkan Google akan meluncurkan sendiri telepon mobilnya. “Pengumuman hari ini lebih ambisius dibanding ’Google Phone’ sendiri, di mana pers telah berspekulasi selama beberapa minggu terakhir,” katanya. Ditambahkan, misi OHA tidak lain membangun platform yang kuat agar memberi keunggulan pada ribuan model telepon berbeda.

Meski kelahiran Android sudah diumumkan Senin lalu, OHA tetap merahasiakan fitur maupun spesifikasi apa saja yang dimiliki “bayi” yang disinyalir bakal menciptakan revolusi bidang telepon bergerak ini. Diperkirakan, 12 November mendatang warga dunia penikmat TI baru dapat melihat sosok Android.

The Wall Street Journal berspekulasi bahwa OHA mengembangkan Android sebagai sebuah piranti khusus yang memungkinkan seseorang dapat menayangkan atau mengunduh foto maupun video cukup di ponsel di mana pun mereka berada selama tersambung jaringan. Spekulasi lain menyebutkan, Android diciptakan untuk mengembangkan piranti yang bekerja dalam jaringan 3G dan teknologi GPS. Semuanya dalam bentuk ponsel.

Iklan di telapak tangan

Google adalah satu dari 10 perusahaan software yang tergabung dalam proyek OHA. Selain perusahaan software yang tergabung dalam OHA, 10 perusahaan lainnya diambil dari perusahaan semikonduktor seperti Intel dan NVIDIA. Pabrik handset dipercayakan pada empat perusahaan, yakni LG, HTC, Motorola, dan Samsung Electronics. Sedangkan operatornya diserahkan antara lain pada T-Mobile, China Mobile, NTT DoCoMo, dan Telefonica.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan OHA beberapa waktu lalu disebutkan, tujuan utuma membangun Android adalah untuk memajukan inovasi piranti telepon bergerak agar konsumen mampu mengeksplorasi kemampuan dan pengalamannya lebih jauh lagi dibandingkan dengan platform mobile yang tersedia saat ini. Karena sifatnya yang open source, pengguna memungkinkan melakukan inovasi dengan menciptakan fitur-fitur yang dapat dimanfaatkan bersama.

Mengapa Google melirik bisnis yang selama ini dikuasai Nokia atau Samsung? Tidak lain karena pengguna ponsel saat ini mendekati angka tiga miliar di seluruh dunia. Saat ini telepon bergerak menjadi lebih personal untuk keperluan komunikasi dengan kemampuan yang hampir setara dengan PC biasa, setidak-tidaknya untuk merek-merek tertentu. Yang disasar Google tidak lain dari perolehan iklan dalam telepon bergerak yang sekarang ini dikuasainya. Google ingin menancapkan pengaruhnya sekaligus menggali iklan yang maksimal atas ponsel yang Anda bawa ke mana-mana.

Belanja iklan pada telepon bergerak melonjak tajam menjadi 11,4 miliar dollar AS di seluruh dunia pada 2011 dari “hanya” 2,17 miliar dollar AS saat ini, berdasarkan perhitungan Informa Plc, sebuah perusahaan riset yang berbasis di London, Inggris. Google yang bermarkas di Mountain View, California, Amerika Serikat, diperkirakan bakal meraih 99 persen iklan telepon bergerak yang berarti lebih dari 10 miliar dollar AS per tahun, di mana sebagian besarnya diperoleh dari hasil menjual link teks saja.

Ke depan, Google melihat sumber uang ada di ponsel yang ia percaya akan semakin memassa dibanding menggunakan PC yang terkoneksi ke internet. Kalau sebuah ponsel sudah memiliki kemampuan setara dengan PC dalam fitur maupun kemampuan pemrosesannya, untuk apa membawa laptop atau palmtop? Toh ponsel lebih praktis lagi sebab piranti ini dapat menghubungkan orang lewat suara, gambar, maupun video.

Saat ini saja orang bisa mem-posting-kan sesuatu ke situs pribadinya cukup lewat ponsel di bandara atau bahkan di toilet. Menerima dan mengirim surat elektronik malah sudah lebih umum lagi. Bahkan membaca berita terkini pun bisa sambil tiduran. Peluang inilah yang dilirik Google.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: