Mengerti Dulu Sebelum Dimengerti

Hubungan interpersonal merupakan hal yang penting di dalam dunia kerja termasuk di dalamnya bagaimana berhubungan dengan atasan kita. Untuk dapat berhubungan dengan baik kita perlu mengetahui sifat-sifat atasan kita. Salah satu pengamatan mengatakan bahwa ada 2 pendekatan hubungan bawahan dan atasan. Pertama menyatakan bahwa pada prinsipnya bawahan cenderung ingin berprestasi sehingga atasan tinggal mencari tahu bagaimana memotivasi mereka, Sedangkan pendapat yang kedua menyatakan bahwa bawahan cenderung malas sehingga perlu selalu diawasi. Sifat dan gaya kepemimpinan dipengaruhi juga oleh hal tersebut. Berikut beberapa contoh sifat atasan-atasan sebagai bahan referensi.

  1. Terima Bersih dan Cuci Tangan.  Tipe atasan ini seperti ini maunya terima bersih saja. Segala urusan ditangani oleh anak buah. Enaknya punya boss seperti ini, kita dapat berkreasi dan berinovasi. Seringkali kita diberi empowerment yang besar. Tidak enaknya, kalau kerjaan atau proyek gagal, kesalahan akan ditimpakan ke kita sebagai bawahan.
  2. Otoriter dan control oriented. Atasan seperti ini cenderung memaksakan kehendak dan sebagai bawahan sulit sekali berinovasi. Segalanya diatur dan pendapat atau idenya sulit disanggah. Boss seperti ini cenderung mempunyai kebiasaan untuk mengontrol terus. Bawahan yang patuh dan menurut yang cocok dengan atasan seperti ini.
  3. Tidak tegas dan sulit mengambil keputusan. Atasan seperti ini banyak pertimbangan sehingga seringkali tidak dapat mengambil keputusan. Bawahan seringkali dibuat bingung dan menggantung.
  4. Demokratis. Atasan seperti ini lebih mengutamakan kebersamaan. Mereka sering berbagi informasi dan keputusan diambil secara kolektif. Partisipasi team dengan atasan seperti ini sangat diharapkan.
  5. Empowerment. Atasan seperti dapat memberikan kewenangan kepada bawahan dan ikut memikirkan bersama bawahannya. Mereka merasa bawahan dapat mengerjakan pekerjaan dengan baik asalkan diberi kewenangan dengan dibuatkan sistem yang baik lebih terdahulu. Atasan seperti ini lain dengan tipe 1, karena mereka bertanggung jawab dan sangat menguasai bidangnya.

Tentu saja sebagai bawahan kita tidak dapat memilih tipe atasan dan yang perlu dilakukan oleh kita adalah bagaimana kita beradaptasi dengan atasan atau kalau tidak dapat beradaptasi pilihan adalah mencari atasan baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: