BENARKAH WiMAX MENGALAHKAN 3G?

APAKAH WiMAX Itu?

Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX) merupakan evolusi dari teknologi Broadband Wireless Access (BWA) sebelumnya. Bila teknologi BWA sebelumnya masih proprietary, maka teknologi WiMAX bersifat open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary).

Pengembangan teknologi WiMAX terjadi dalam beberapa tahap atau mengalami evolusi. Sesuai dengan standarisasinya, dikatakan bahwa teknologi WiMAX diatur dalam standard IEEE 802.16. Standard ini terbagi lagi dalam beberapa kategori yaitu IEEE 802.16a yaitu untuk standard BWA yang belum open standard atau biasa disebut dengan Pre-WiMAX. Selanjutnya standard ini dikembangkan lagi menjadi standard IEEE 802.16d untuk WiMAX fixed/nomadik. Sementara untuk WiMAX Mobile akan diatur dalam standarisasi IEEE 802.16e yang telah diratifikasi pada akhir tahun 2005.

Seperti ditunjukkan dalam Gambar 1.

Gambar 1. Perkembangan Standard WiMAX

Disamping evolusi pada sisi kemampuan akses, terjadi juga evolusi pada sisi CPE. Pada tahap awal, perangkat CPE WiMAX berupa Fixed Outdoor, kemudian berkembang menjadi Fixed Indoor, portability (nomadik) dan mobile. Perangkat Fixed Outdoor merupakan perangkat CPE terdiri dari 2 unit yaitu unit outdoor yang terdiri dari radio dan antena serta unit indoor yang merupakan interface ke terminal pelanggan. Pada tipe Fixed Indoor, perangkat CPE hanya terdiri dari satu unit indoor yang sudah terdiri dari radio, antena dan port user interface. Umumnya pada tipe ini, user dapat menginstal sendiri perangkat CPE-nya (self installation).

Tahap berikutnya, perangkat CPE sudah bukan merupakan perangkat independent tetapi tergabung dalam terminal pelanggan seperti laptop dan PDA. Pada tahap ini, CPE WiMAX portable telah terpasang permanen pada terminal sebagaimana CPE Wi-Fi. Terakhir adalah perangkat mobile. Keunggulan yang ditambahkan adalah kemampuan portability yang lebih tinggi selain ukuran terminal yang lebih kompak. Pada tahap ini perangkat terminal WiMAX merupakan perangkat handphone. Dengan adanya pengembangan evolusi di CPE WiMAX, maka secara otomatis juga akan mempengaruhi market yang disasar

Aplikasi WiMAX

WiMAX dapat dimanfaatkan untuk backhaul WiMAX itu sendiri, backhaul Hotspot dan backhaul teknologi lain. Dalam konteks WiMAX sebagai backhaul dari WiMAX aplikasinya mirip dengan fungsi BTS sebagai repeater untuk memperluas jangkauan dari WiMAX. Sedangkan sebagai backhaul teknologi lain, WiMAX dapat digunakan untuk backhaul seluler. Juga Kalau biasanya hotspot banyak menggunakan saluran ADSL sebagai backhaulnya, namun karena keterbatasan jaringan kabel, maka WiMAX dapat dimanfaatkan sebagai backhaul hotspot.

Gambar 2. WiMAX Sebagai backhaul

WiMAX dapat digunakan sebagai ”Last Mile” teknologi untuk melayani kebutuhan broadband bagi pelanggan. Dari pelanggan perumahan maupun bisnis dapat dipenuhi oleh teknologi WiMAX ini.

WiMAX sebagai penyedia layanan personal broadband dapat dimanfaatkan untuk dua 2 pangsa pasar yaitu yang bersifat nomadic dan mobile. Untuk solusi nomadic, maka biasanya tingkat perpindahan dari user WiMAX tidak sering dan kalaupun pindah dalam kecepatan yang rendah. Perangkatnya pun biasanya tidak sesimpel untuk aplikasi mobile. Untuk aplikasi mobile, pengguna layanan WiMAX melakukan mobilitas layaknya menggunakan terminal WiFi seperti notebook, PDA atau smartphone.

Arsitektur Jaringan

Salah satu contoh konfigurasi peruntukan WiMAX sebagai solusi akses service provider digambarkan seperti pada gambar berikut.

Gambar 3. Konfigurasi Jaringan Akses Service Provider

Dari penjelasan di atas, sementara dapat disimpulkan bahwa WiMAX merupakan teknologi yang memiliki kemampuan cukup baik dalam hal kecepatan data, aplikasi untuk pengguna dan fleksibilitas jaringan. Namun demikian masih perlu dikaji sisi lain dalam implementasinya.

ANALISIS TEKNOLOGI

Kalau di awal era komunikasi data yang dilewatkan jaringan tanpa kabel (wireless) baik itu seluler maupun fixed adalah layanan pesan pendek (SMS), data GPRS atau CDMA2000 1X, aplikasi mobile banking dan download content maka untuk dekade yang akan datang diperkirakan layanan broadband akan menjadi kebutuhan yang paling diinginkan pelanggan. Dari berbagai studi oleh lembaga konsultan dan operator di negara maju layanan-layanan tersebut adalah layanan 3G (third generation), layanan Internet di jaringan wireless, mobile TV, mobile video on demand dan juga layanan mobile video conference. Akan menjadi tipis beda antara layanan yang diberikan oleh jaringan wireline dengan jaringan wireless.

Alokasi Spektrum Global

WiMAX adalah standar global baru sehingga di tingkat dunia pun masih diperlukan kesepaktan bersama untuk alokasi spektrumnya. Setiap negara melalui regulasinya sekarang makin intensif memandang penting WiMAX sebagai core utility. Itu sebabnya regulator sibuk menyelaraskan alokasi frekuensi WiMAX dengan alokasi frekuensi eksisting. Tabel di bawah ini merupakan alokasi frekuensi yang dapat digunakan oleh operator WiMAX di dunia.

Tabel 1. Global Spectrum Allocation

Pita frekuensi dan lebar bandwidth yang oleh WiMAX Forum agar dapat disesuaikan dengan kondisi ketersediaan spektrum frekuensi di masing-masing negara pengguna. Berikut ini adalah profil dari setiap pita frekuensi tersebut.

Tabel 2. Rilis 1- Profil Sistem WiMAX Mobile

Produk WiMAX-ceritified belum diimplementasikan secara komersial di dunia. Kemungkinan pertama kali yang akan menggelar adalah Korea dengan diimplementasikannya WiBRO dengan terminal portable untuk aplikasi mobile. Produk ini menggunakan frekuensi 2,3 GHz dengan lebar pita 8,75 MHz dengan menggunakan antena single input single output (SISO).

Aspek Regulasi

Karena frekuensi WiMAX adalah frekuensi baru, maka setiap pemerintah di negara manapun melalui regulatornya sedang sibuk menentukan alokasi frekuensi WiMAX yang harus disesuaikan dengan frekuensi eksisting. Indonesia sedang mengalami perdebatan yang serius untuk alokasi ini. Pemerintah melalui Dirjen Postel mengeluarkan white paper tentang penataan frekuensi untuk keperluan operasi BWA di antaranya di frekuensi 2,3 GHz; 2,4 GHz; 2,5 GHz; 3,3 GHz dan 3,5 GHz.

Operator satelit dan Asosiasi Satelit Indonesia (ASI) sangat tidak setuju dengan usulan frekuensi WiMAX dialokasikan di pita 3,5 GHz, karena telah lama diduduki untuk penggunaan frekuensi dinas satelit. Menurut ITU frekuensi ini ditetapkan sebagai frekuensi dinas satelit tetap (fixed satelite services) untuk link angkasa ke bumi. Satelite yang telah menggunakan frekuensi ini adalah Satelit TELKOM-1 (PT TELKOM) dan Satelite Palapa-2 (PT Pasifik Satelite Nusantara/PSN) yang umumnya digunakan untuk layanan VSAT dan DTH.

Regulator pada tahun 2000 telah mengeluarkan peraturan bahwa frekuensi ini dapat di-share untuk penggunaan BWA dan satelit. Namun dalam operasionalnya ternyata banyak ditemukan keluhan gangguan interferensi yang diterima oleh stasiun bumi dinas satelit. Untuk itu akhirnya pengalokasian kanal selebar 25 MHz di frekuensi 3,5GHz akhirnya direduksi menjadi tinggal 5 MHz. Dan sekarang pemerintah akan melakukan lelang izin frekuensi operasi BWA di pita 2,3 GHz untuk seluruh Indonesia yang berbasis regional sebanyak 3 blok dengan masing-masing blok 15 MHz. Di dunia pita frekuensi yang paling banyak dipilih oleh operator beroperasi di 3,5 GHz, artinya perangkat yang bekerja di pita frekuensi ini akan lebih murah dibanding perangkat yang beroperasi di frekuensi lain termasuk 2,3 GHz.

Jumlah Lisensi

Laporan kajian Maravedis bulan Januari 2006- lembaga analis riset dan pasar telco- menyebutkan bahwa pemegang lisensi WiMAX lebih banyak dibanding pemegang lisensi 3G untuk semua kawasan (North America, Europe, Asian Pacific region (APAC), Central America/Latin America region (CALA)). Total akumulasi pemegang lisensi WiMAX 721 sedangkan pemegang lisensi 3G sebanyak 106.

Gambar 4. Number of Licenses Holder

Mayoritas pemegang lisensi WiMAX adalah lisensi wilayah sedangkan untuk 3G adalah lisensi nasional, sehingga pasar WiMAX lebih fragmented dibanding 3G.

Harga Sewa (Cost Per Hz)

Average Cost per Hz spectrum 3G lebih mahal dibandingkan cost per Hz spectrum BWA/WiMAX. Di kawasan Eropa cost per Hz average cost per Hz spectrum 3G 1000 kali lebih mahal WiMAX. Mungkin karena waktu tender 3G di sana terjadi apa yang orang sebut dengan telecom bubble. Alasan lainnya adalah lisensi WiMAX ditenderkan untuk aplikasi fixed saja, sehingga pasarnya lebih kecil dibanding layanan mobile 3G.

Gambar 5. Grafik Perbandingan

Cakupan Layanan

Karakteristik transmisi radio melalui udara terbuka akan mengalami redaman free-space loss (FSL) yang merupakan fungsi dari frekuensi dan jarak. Semakin jauh jarak antara pemancar dan penerima maka semakin kecil sinyal yang diterima oleh penerima karena redaman yang dialami lebih besar. Semakin tinggi frekuensi operasi yang digunakan maka akan semakin besar redaman yang terjadi.

Gambar 6. Perbandingan Radius Sel WiMAX dan 1xEV DO

WiMAX Forum sedang menggodok standar WiMAX untuk aplikasi Fixed BWA (FBWA) dan untuk aplikasi Portable dan Mobile BWA. Untuk aplikasi portable dan Mobile BWA sampai saat ini belum ada produk yang tersertifikasi digelar secara komersial di dunia. Pertama kali akan digelar adalah di Korea dengan sistem WiBRO menggunakan spektrum frekuensi 2,3 GHz dengan lebar pita 8,75 MHz.

Gambar 7. Perbandingan Throughput menggunakan MIMO

Performansi WiMAX meningkat menjadi lebih baik ketika sistem menggunakan antenna multiple input multiple output.

Kemampuan Umum

Secara umum kemampuan WiMAX dapat dianalisis sebagai berikut:

§ Kemampuan Hand-off

Khususnya untuk WiMAX Portable dan Mobile. Handoff secara seamless akan sulit dilakukan karena komponen core network WiMAX tidak dirancang dari awal sebagai sistem yang mobile.

§ Power Control

Dibutuhkan power control yang baik di sisi reverse link untuk dapat memberikan feedback kepada pemancar mengenai kecepatan data yang dapat diterima penerima. Dalam teknologi WiMAX message based power control-nya masih lemah.

§ Battery Power Consumption

Idle state duty cycle yang digunakan di sistem WiMAX 9-14 kali lebih besar dibanding yang digunakan di sistem 3G seluler sehingga mode sleep operation yang digunakan untuk menghemat battery menjadi tidak efisien sehingga boros.

Ketersediaan Terminal

Ketersediaan terminal juga menjadi penentu keberhasilan penggelaran layanan telekomunikasi. Rencananya client terminal WiMAX ini nanti akan embedded di dalam consumer good seperti note book computer, smart handset, PDA dan lain sebagainya. Karena teknologi ini mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti Intel, Motorola, Samsung dan lainnya dimana tidak ada pihak yang paling dominant di dalam forum, maka kemungkinan ketersediaan terminal WiMAX akan lebih mudah dicapai

Gambar 8. Ketersediaan Terminal WiMAX

Jumlah Base Station

Komponen terbesar dalam investasi penggelaran jaringan tanpa kabel adalah infrastruktur base station. Jumlah pelanggan, tingkat performansi yang diinginkan, dan luas cakupan layanan adalah tiga faktor yang menentukan jumlah base station yang perlu digelar. Mengingat sistem BWA menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dibanding teknologi 3G secara umum akan membutuhkan jumlah base station yang lebih banyak untuk mencakup luas layanan, jumlah pelanggan dan availabilitas jaringan yang sama.

Gambar 9. Jumlah Sel Base Station antara 3G dan WiMAX

Gambar di atas menunjukkan perhitungan jumlah base station yang dibutuhkan dengan menggunakan asumsi model propagasi Cos-Hatta di frekuensi 1900 MHz, 2500 MHz dan 3500 MHz.

KESIMPULAN

Kelebihan

§ WiMAX merupakan teknologi broadband wireless acess yang menawarkan standar open, dengan aplikasi fixed dan mobile (portable).

§ Lisensi WiMAX berbasis regional, bukan nasional seperti 3G sehingga biaya lisensi lebih murah dan akhirnya mudah diterima pasar.

§ Terminal WiMAX akan embedded di consumer goods, seperti computer notebook, smart phone dan PDA. Karena didukung oleh banyak pihak yang setingkat otorisasinya kemungkinan WiMAX lebih cepat diterima pasar.

Kekurangan

§ Karena menggunakan pita spektrum frekuensi tinggi, maka cakupan layanan WiMAX lebih kecil dibanding 3G sehingga jumlah base station yang dibutuhkan untuk mencakup luas yang sama dibutuhkan lebih banyak jumlah base station.

§ Alokasi spektrum frekuensi WiMAX memerlukan penyesuaian terhadap alokasi frekuensi eksisting di tiap negara. Ketidakseragaman alokasi frekuensi menyebabkan harga perangkat menjadi mahal.

§ Kemampuan ; WiMAX untuk mobilitas akan tidak sebagus sistem seluler dan konsumsi battery akan lebih boros.

REKOMENDASI

§ Pemerintah harus tegas mengeluarkan regulasi penataan frekuensi WiMAX agar tidak tumpang tindah terhadap jaringan telekomunikasi eksisting. Penggeseran frekuensi 3.5 GHz yang telah digunakan operator satelit untuk alokasi frekuensi BWA akan berakibat buruk terhadap negara, karena mencari pengganti spectrum frekuensi satelit lebih sulit dibanding frekuensi terrestrial.

§ Pemerintah harus mendorong kepada terciptanya masyarakat telekomunikasi dan informasi dengan memfasilitasi penggelaran WiMAX di Indonesia, karena sistem ini relative murah sehingga lebih mungkin diselenggarakan oleh operator kecil.

§ Operator BWA harus mempertimbangkan cakupan layanan sesuai dengan permintaan pelanggan dengan tepat karena bila tidak akan dibutuhkan jumlah base station yang banyak sehingga investasi menjadi tidak efisien.

Hazim Ahmadi, Bergabung dengan TELKOM RDC sejak tahun 1996, setelah lulus S1 Teknik Telekomunikasi STT TELKOM. Selama ini bekerja di Lab Wireless dan menangani teknologi broadband wireless, fixed celullar dan celullar.

REFERENSI

1. DitJen POSTEL, “Penataan Spektrum Frekuensi Radio Layanan Akses Pita Lebar Berbasis Nir Kabel”, KOMINFO, Nopember 2006.

2. “Broadband Wireless Access Options”, Qualcomm Inc., Oktober 2006.

3. Doug Gray, “Mobile WiMAX: A Performance and Comparative Summary”, WiMAX Forum, September 2006.

4. Patrick Adhiatmadja, “Wireless Broadband: The Future, today”, Motorola Asia, Nopember 2006.

5. Kajian WiMAX, TELKOM RDC, 2006.

6. Berbagai sumber.

sumber : http://www.ristishop.com

Satu Tanggapan

  1. how a good information!!!
    it’s really help me…
    thankyu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: